Tampilkan postingan dengan label general study. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label general study. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Sudahkah Anda Mendirikan Agama anda . . .?

           Pertanyaan ini sering muncul dalam benak kita sebagai kaum mulslimin. Setiap hari kita mempunyai waktu 24 jam dalam sehari, tetapi apakah kita sadar untuk apa kita gunakan waktu tersebut????

           Saya (penulis) mengakui banyak sekali waktu yang saya gunakan untuk hal -hal kurang berguna. Sebenarnya kita hidup di dunia ini hanya dalam waktu yang amat singkat. Dan seperti dalam firman Allah SWT. "Dan tidak aku ciptkan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada ku (Allah)."

            Tapi firman Allah tersebut banyak kita hiraukan / disepelekan.. Sedikit berbagi mengenai pengalaman saya, pada bulan-bulan yang lalu saya sering sekali mengerjakan shalat di masjid. Tetapi pada akhir-akhir ini mengapa sulit sekali untuk melangkahkan kaki ini ke masjid. mengapa rasa cinta terhadap engkau ya Allah kini mulai menjauh dariku..????

Senin, 28 November 2011

prasentasi dalam bahasa inggris

Task : Presentation

Introduction:
Good Morning Everybody. In this moment I want to presentation my task. Before I presentation my task, permit me to introduce my self. My name is Dippos Manangkas. I from 12-F program Tehnichal Konstruksi Batu Beton. Now, I want to study about STUDENT ATTITUDES.
Title:
STUDENTS ATTITUDES
Body:
The first and most obvious answer is the instructor. Much previous research establishes the powerful ways instructors influence how students respond to and in a course. But two researchers wondered if the instructor was the only factor influencing student attitudes. Drawing from work in their discipline, services marketing and management, they extrapolated seven factors that might be significant determinants of student attitudes. Using a complex statistical model, they tested the seven factors and found that four of them explained 77 percent of the variations in attitude toward the course: instructor, course topic, course execution, and the room (physical environment).
They write of these findings: "An important result is that there are significant factors, in addition to the instructor, at work shaping a student's attitude toward a class that he or she may take. The model shows that course topic has just as strong an influence on attitudes as does the instructor." Only required courses were included in the study. They covered topics about which students had a range of interests, from not being interested at all to the course topic being introductory to a major. The researchers point out that if the subject matter of a course influences how students relate to a course, then their level of interest ought to be acknowledged as a contributing factor on course evaluations. At this time most course evaluations focus exclusively on instructor-related variables.

read more >>   (klik judul wacana)


Senin, 17 Oktober 2011

Sarjana Pilih Jadi Karyawan Daripada Wirausahawan



E-mail
SUNDAY, 16 OCTOBER 2011
ImageKenyataan bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi lebih memilih bekerja sebagai karyawan dibandingkan menjadi pelaku wirausaha menunjukkan bahwa semakin tingggi pendidikan seseorang akan semakin rendah kemandirian dan motivasi untuk menjadi wirausahawan.
Kenyataan ini berdasarkan pada data dari Departemen Pendidikan Nasional tentang kemandirian untuk berwirausaha dengan persentase lulusan SLTA sebesar 15,13 persen, lulusan Perguruan Tinggi sebesar 6,14 persen, sementara bagi yang berpendidikan terakhir di bawah SD dan SMP justru memiliki kemandirian untuk mengembangkan usaha sendiri sebesar 18 sampai 20 persen.
Demikian diungkapkan Ir. Taty Aryati, Asisten Deputi Urusan Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UMKM yang menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional "Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Pengembangan Wirausaha Muda" di Auditorium Kahar Muzakkir Sabtu, (15/10), sebagai rangkaian kegiatan yang digagas oleh Mahasiswa International Program (IP) UII dalam rangka menyambut terintegrasinya IP yang selama ini terpisah di beberapa fakultas seperti Fakultas Ekonomi,  Fakultas Hukum dan Fakultas Teknologi Industri.
Untuk mencapai kondisi obyektif, Ir. Tati mengungkapkan pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mendorong agar generasi muda lebih bangkit memanfaatkan kemampuan dan kesempatan melalui wirausaha yang terintegrasi, kreatif, inovatif berskala nasional dan internasional. Menurutnya, perluasan kesempatan kerja tidak boleh hanya bertumpu pada sektor usaha formal tetapi juga potensi usaha di tingkat masyarakat dan oleh peorangan perlu ditingkatkan agar menciptakan lapangan kerja baru.
Keterbatasan penyerapan tenaga kerja pada sektor usaha formal, masih menurut Ir. Taty, telah, sedang dan akan terus diatasi melalui berbagai upaya. Salah satu langkah strategisnya adalah berupa pengembangan kewirausahaan seperti yang dilakukan beberapa bulan yang lalu pada 2 Februari melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional yang diharapkan dapat meningkatkan rasio antara jumlah wirausaha dengan jumlah penduduk indonesia. “Kita menuju rasio yang ideal mencapai 2 persen, data yang terakhir menunjukkan 0, 24 persen dari jumlah wirausaha dari penduduk di Indonesia” ungkapnya.
Meskipun jumlah wirausahawan Indonesia saat ini, lanjut Ir. Taty, cukup meningkat dibandingkan sebelumnya pada februari 2011 lalu baru mencapai 0,18 persen sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Rektor I UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM. M.Hum. Ph.D, saat menyampaikan sambutannya dalam acara seminar tersebut, angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 238 juta jiwa.
Untuk itu, lanjut Ir. Taty, perlu diterapkan secara ekstensif dan intensif kurikulum berbsasis wirausaha, di semua strata pendidikan sampai dengan perguruan tinggi, agar peserta didik memiliki skill. Berkaitan dengan hal itu, seminar nasional ini menurutnya merupakan momentum yang harus dimanfaatkan civitas akademika UII untuk bergerak cepat memposisikan UII sebagaicentre of exellence di bidang pengembangan wirausaha di lingkungan perguruan tinggi. “Hal ini sangat konsisten dengan visi dan misi UII” terangnya.
Sehubungan dengan kondisi itu, Dekan Internasional Program UII, Drs. Asma’i Ishak, M.Bus, Ph.D berharap dengan menghadirkan pembicara sekelas Hadi Satyagraha, Ph.D., Yodhia Antariksa, Nurharjanto, SE., MM., dan Direktur Utama BNI Syariah, Rizqullah, SE., MBA, kegiatan seminar ini dapat memberikan gambaran yang lebih riil bagi mahasiswa maupun pengusaha muda yang hadir. “Mereka nanti mendapat gambaran yang kongkrit tentang menjalankan wirausaha” ungkapnya.
Harapan besar melalui seminar ini juga disampaikan oleh Wakil Rektor I UII. Ia berharap seminar ini mampu memberikan kontribusi secara maksimal dalam membangun mindset dan optimisme berwirausaha di kalangan masyarakat. Upaya-upaya pengembangan kewirausahaan seperti ini menurutnya perlu dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. ”Melalui pengembangan kewirausahaan akan lahir generasi yang produktif guna memmbangun perekonomian bangsa” tutupnya.
sunting: www.uii.ac.id

Minggu, 07 Maret 2010

SOAL-SOAL FISIKA BAB:KALOR

1. Pada suatu termometer A, titik beku air adalah 15oA dan titik didih air adalah 165oA. Bila suatu benda diukur dengan termometer celcius bersuhu 42oC, maka berapakah suhu ini diukur dengan termometer A?
2. Volume sebuah silinder kuningan pejal pada suhu 25oC adalah 20 cm3 .Tentukan volume silinder pada suhu 110oC. Jika koefisien muai panjang kuningan 1,9 x 10-5/oC
3. Aluminium yang massanya 4 kg pada suhu 20oC kapasitas kalornya 3600 J/K. Apabila aluminium tersebut dipanaskan sampai 110oC, hitunglah ;
a. Banyak kalor yang diperlukan
b. Kalor jenis aluminium
4. Berapakah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari es -10oC sehingga menjadi air 20oC. Anggap massa es menjadi air tetap sebanyak 100 gr. Jika kalor lebur es= 80 kal/gr, kalor jenis es = 0,5 kal/groC
5. Air yang massanya 215 gr suhunya 40oC dicampur dengan es yang suhunya -6oC setelah diaduk ternyata 50% es mencair, jika kalor lebur es 80 kal/gr, titik lebur es 0oC, kalor jenis es 0,5 kal/gr dan massa panci tempat air diabaikan, maka berapakah massa es yang dimasukkan.
6. 50 gr es pada suhu 0oC dimasukkan kedalam 200 gr air yang bersuhu 20oC, jika kalor lebur es = 80 kal/gr dan kalor jenis air = 1 kal/groC, maka berapakah suhu campurannya.
7. Hitunglah banyaknya kalori yang dihantarkan selama 8 jam melalui kaca jendela yang berukuran panjang 180 cm, lebar 160 cm, dan tebal 5 mm. Diketahui suhu permukaan luar jendela 35oC dan suhu permukaan dalamnya 20oC. Koefisien konduksi termal kaca 0,0025 kal/s cm oC.
8. Sebuah bola dengan emisivitas 0,4 dipanaskan hingga suhunya 27oC, jika bola tersebut menyerap kalor dengan laju 2,5 J/s. Tentukanlah luas permukaannya.
9. Suatu jenis gas menempati volume 100 cm3 pada suhu 27oC, dan tekanan 1 atm. Bila suhu gas menjadi 87 oC, sedangkan tekanan menjadi 2 atm. Berapakah volume gas sekarang
10. Dua batang logam P dan Q dengan ukuran yang sama, tetapi terbuat dari bahan yang berbeda. Ujung kiri P bersuhu 90oC dan ujung kanan Q bersuhu 0oC. Apabila koefisien konduksi termal P = dua kali Q maka berapakah suhu sambungan antara P dan Q

11. Termometer X saat dimasukkan ke dalam es yang sedang mencair menunjukkan angka -20oX dan saat dimasukkan ke dalam air yang sedang mendidih menunjukkan angka 120oX. Jika termometer Celcius menunjukkan angka 20oC, maka angka berapakah yang ditunjukkan termometer X.
12. Luas sebuah aluminium pada suhu 30oC adalah 40 cm2. Tentukan luas aluminium pada suhu 90oC. Jika koefisien muai panjang aluminium 2,4 x 10-5/oC.
13. Sebuah benda massanya 500 gr, diberikan kalor sebanyak 400 kalori, sehingga suhunya naik 2oC. Hitunglah;
a. Kalor jenis dari benda tersebut
b. Kapasitas kalor
14. 10 gr es pada suhu -2 oC, dimasukkan kedalam 50 gr air bersuhu 80oC, bila kalor jenis es = 0,5 kal/groC. Kalor lebur es = 80 kal/oC , berapakah suhu akhir campuran es dan air tersebut
15. Logam dengan kalor jenis 0,2 kal/oC, bersuhu 100oC. Dimasukkan kedalam 300 gr air bersuhu 20oC. Setelah terjadi kesetimbangan suhu akhir 50oC. Berapakah massa logam tersebut.
16. Sebatang logam 150 cm dengan luas penampang 30 cm2. Salah satu ujungnya menempel pada es 0oC dan ujung yang lainnya menempel pada benda dengan suhu 100oC. Jika konduktivitas termalnya 0,9 kal/s cmoC. Hitunglah kalor yang merambat melalui logam tersebut selama 10 sekon.
17. Sebuah benda hitam bersuhu 127oC dengan luas permukaan0,6 m2. Jika konstanta Stefan Bolzman 5,67 x 10-8 W/m2K4. Berapakah kalor yang dipancarkan selama 10 menit.
18. Tabung dengan volume 20 lt berisi gas ideal suhunya 127oC dan tekanannya 5 x 104 Pa. Kemudian tabung tersebut dipanaskan hingga mencapai suhu 327oC. Apabila volum tabung dianggap tetap, tentukan tekanan gas pada tabung sekarang.
19. Batang baja dan kuningan mempunyai ukuran yang sama , dan salah satu ujungnya dihubungkan. Suhu ujung batang baja yang bebas 200oC, sedangkan suhu ujung batang kuningan yang bebas 400oC . Jika koefisiennya konduksi termal baja dan kuningan masing-masin 0,12 kal/cm s oC dan 0,24 kal/cm soC. Hitunglah suhu pada titik sambungannya.
20. 60 kg air panas pada suhu 82oC mengalirkan kedalam bak mandi. Untuk menurunkan suhunya 300 kg air dingin pada suhu 10oC ditambahkan ke dalam bak tersebut. Berapa suhu akhir campuran?