Senin, 19 Desember 2011

TEORI BIG BANG (TERJADINYA BUMI)



Teori Big Bang Tercantum Dalam Al-QuranAllah berfirman :

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

Artinya : "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30)

Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Teori Big Bang Tercantum Dalam Al-QuranMarilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.

Read more: http://www.artikelislami.com/2010/06/teori-big-bang-tercantum-dalam-al-quran.html#ixzz1gwwJ9Cg5

Selasa, 29 November 2011

Ingin "SUKSES" . . .?

Ya bejumpa lagi karo aku di acara CURANTAW... Curahan Perasaan dan Tawa...

pantunan disit yu kang.. "MASAK AIR BIAR MATENG, MAKAN TAPE DI CAMPUR NASI... "ANE TAU ANE EMANG GANTENG, TAPI YANG LAEN JGN PADA IRI"..   hhhhheeee


kali ni, nyong arep bagi2 tips. tapi udu "tip" sing jebulane duit... udu kang, mbok ya nyong jugaagi KERE...

TILIKI BAE YUK KANG...

-----> SUKSES . . .?
  • Jangan takut gagal dalam menghadapi setiap masalah.
  • Disertai dengan alat yang memadai. (usaha untuk mndapatkannya)
  • Usaha dengan penuh keyakinan. (tidak mudah menyerah)
  • Do'a. (penyeimbang usaha)

-----> TIPS MENGUBAH MIMPI MENJADI KENYATAAN
  • Menyaring dan memprioritaskan impian
  • Kelur dari zona nyaman. (jangan menunggu peluang, tapi qita jemput tu peluang)
  • Siap menghadapi masalah. (jangan ragu)

Weh, weh weh... tumben omongan ku x ni ada bener'e ya kang... Memang kalo qt mw sukses ya cara2 nya kaya gitu. tapi qta kabehan juga ora ulih nyepelekena...


kaya gemiyen ya kang, ene kanca Q sing arep nyebrang neng kalen.. gara2 nyepelekena , ya dadine kanca Q  kpleset n lngsung nyebur ... BYUAR...  kaya kae kang


ya mungkin iki wae kang ceria/pngalaman sing kena aq bagi k koe2 pada.. NEK ORA LUCU, YA DI LUCU2NA DEWEK LAH...


pamit ya kang... ASSALAMUALAIKUM WR. WB

Senin, 28 November 2011

JENIS-JENIS PERKERASAN JALAN

STRUKTUR PERKERASAN

Pada umumnya, perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas,sebagai berikut :
* Lapisan tanah dasar (sub grade)
* Lapisan pondasi bawah (subbase course)
* Lapisan pondasi atas (base course)
* Lapisan permukaan / penutup (surface course)

 
Gambar 1. Lapisan perkerasan jalan lentur

Terdapat beberapa jenis / tipe perkerasan terdiri :
a. Flexible pavement (perkerasan lentur).
b. Rigid pavement (perkerasan kaku).
c. Composite pavement (gabungan rigid dan flexible pavement).

PERKERASAN LENTUR

Jenis dan fungsi lapisan perkerasan
Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya terus ke tanah dasar


<!-- more -->

prasentasi dalam bahasa inggris

Task : Presentation

Introduction:
Good Morning Everybody. In this moment I want to presentation my task. Before I presentation my task, permit me to introduce my self. My name is Dippos Manangkas. I from 12-F program Tehnichal Konstruksi Batu Beton. Now, I want to study about STUDENT ATTITUDES.
Title:
STUDENTS ATTITUDES
Body:
The first and most obvious answer is the instructor. Much previous research establishes the powerful ways instructors influence how students respond to and in a course. But two researchers wondered if the instructor was the only factor influencing student attitudes. Drawing from work in their discipline, services marketing and management, they extrapolated seven factors that might be significant determinants of student attitudes. Using a complex statistical model, they tested the seven factors and found that four of them explained 77 percent of the variations in attitude toward the course: instructor, course topic, course execution, and the room (physical environment).
They write of these findings: "An important result is that there are significant factors, in addition to the instructor, at work shaping a student's attitude toward a class that he or she may take. The model shows that course topic has just as strong an influence on attitudes as does the instructor." Only required courses were included in the study. They covered topics about which students had a range of interests, from not being interested at all to the course topic being introductory to a major. The researchers point out that if the subject matter of a course influences how students relate to a course, then their level of interest ought to be acknowledged as a contributing factor on course evaluations. At this time most course evaluations focus exclusively on instructor-related variables.

read more >>   (klik judul wacana)


KARATE


Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
1. Shotokan
2. Goju-Ryu
3. Shito-Ryu
4. Wado-Ryu
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.

read more >>   (klik judul wacana)